I am one of ordinary people in a small town, yang berusaha menggapai mimpi. Dulu aku adalah seorang anak yang siap menghadapi apapun di small town, siap menggapai cita-cita dan sukses. Dulu aku selalu menghayalkan cita-citaku, menulis semua yang aku inginkan dan menempelnya di dinding kamar. Dulu ayah dan Bunda selalu mendukungku untuk terus maju, menjadikan aku semakin bersemangat ingin mengungguli Ayah dan Bunda, mereka adalah orang terhebat yang kumiliki. Suatu hari aku mengenal keindahan dalam kehidupan, keindahan yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. Sinar bintang yang indah dan menawan oohhh sungguh merubah semua apa yang aku miliki, kehidupanku semakin berwarna mulai dari kebiasaan yang buruk pun hilang. tapi tak lama bintang itu sirna, seiring dengan berjalannya waktu. Hingga suatu hari aku lulus dari Sekolah Menengah Pertama dengan nilai yang memuaskan, walaupun Sinar itu hilang, tapi tetap membahana di hati ku hingga sekarang, Sinar itu pernah memberiku semangat yang membuatku mampu melewati kehidupan ini, dan bertahan melawan sakit yang ku derita selama ini. Mungkin sinar itu memang sirna dan tak ada kemungkinan lagi untuk kembali tapi sinar itu tetap sinar yang pernah menerangi dan hingga sekarang aku bertahan karna sinarnya.
Sekarang ..
pernah aku mengeluh karna sinarnya kembal muncul walau bukan menerangi ku, dan aku benci mengapa aku harus kembali lagi mengingat sinarnya yang dulu indah. Aku sadar Hidup memberi banyak
warna, bukan hanya sinar itu saja. Banyak hal yang membelajarkan. Banyak peristiwa yang mendewasakan.
Banyak kejadian yang memahamkan kita ...
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.
Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang
tepat untuk memberikan yang terbaik.
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang
KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar
KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang
MEMAAFKAN.
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang
KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang
KETANGGUHAN
Ketika kamu harus menanggung apa yang tidak perlu kamu pertanggung jawabkan, maka
saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.
Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN
TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.
hanya ada satu kata untuk Sinar yang sirna "Istiqomah", aku tahu Tuhan menyayangi mu :)
hasil walking dari Buku "Sepatu
Dahlan Iskan"
Nice Post mbk :)
BalasHapusDitunggu kunbalnya
oke :D
BalasHapus